Terkadang, Seringkali dan Kesalahan


Sebuah catatan tentang diri yang sangat ingin memperbaiki…

Terkadang saya tahu apa yang saya lakukan adalah salah, Seringkali saya tetap berbuat dan mengulanginya bukannya bertaubat dan menggantinya dengan kebenaran.

Terkadang saya merasa tidak nyaman dalam beberapa kondisi, Seringkali saya mengeluh bukannya memperbaiki.

Terkadang saya melihat perbuatan yang tidak baik dilakukan orang lain, Seringkali saya mencaci maki, menghina dan menggosip di belakangnya , bukannya menegur dan belajar menyayanginya.

Terkadang saya membenci kesalahan orang, seringkali membenci orangnya sekaligus. bukannya tetap mencintainya dan membantu dia untuk bisa menjadi lebih baik.

Twitter : @alniskarissa
Terkadang, yang paling mengerikan setelah kesalahan yang kita lakukan adalah………
1)Kehilangan kepercayaan orang-orang di sekitar kita…
2) Perubahan sikap orang-orang disekitar kita…..
3) Dampak sosial, “Label” sebagai orang yang “pernah berbuat kesalahan” nampaknya akan terus melekat pada kita….
Kita,memang ga boleh untuk menuntut pandangan yang baik (husnudzon) org lain terhadap kita..
Makanya, belajarlah untuk tidak membuat su’udzon orang..
Harus jadi anak yang baik2 lah kita nih…. Hahaha..
Dan jangan suka su’udzon sama orang, apalagi sama temen sendiri! #hayo loh nis! Istighfar!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s