alasan aku pergi darimu,


aku harus pergi darimu,

karena,

aku malu,

sungguh aku malu untuk selalu disini,

jalan ditempat,

stagnan dan tanpa perubahan yang spesifik dalam hidupku,

seperti tidak mensyukuri nikmat umur panjang yang telah Allah swt berikan kepadaku, maka aku melalui hidupku tanpa arah yang jelas, tanpa target yang pasti aku capai, itulah mengapa hingga saat ini aku belum berubah secara spesifik..

dan aku malu, malu dihadapan Tuhanku ketika aku tak tahu amalan terbaik  apa yang selama ini aku lakukan?

ah, betapa malunya,

 

lalu, alasan kedua

aku harus pergi darimu, adalah,

aku masih harus dan  ingin belajar,

jauh sekali aku dari ilmu,

membaca dan menulis,

aku tidak produktif, dan aku jarang sekali belajar,

aku masih ingin mengetahui dan mengaplikasikan banyak hal,

(lagi) aku tidak mensyukuri nikmat waktu yang begitu panjang yang Allah swt berikan kepadaku, selama ini aku habiskan untuk apa? tidurkah aku dalam waktu yang panjang ini?  tidak sadarkah aku dengan kelalaianku? selama ini aku merasa  ber”main” dengan waktu, padahal aku yang di”permainkan” dengan waktu.

ah, betapa lalainya,

 

maka, tidak ada kata maaf untuk ku!

jika aku selalu berdekatan denganmu !

habislah aku dengan semua tingkah dzalimku pada diri sendiri!

aku harus pergi darimu,

meninggalkanmu! mencampakkanmu! dengan segera !

untukmu, segala perbuatan maksiatku,

Rasulullah bersabda; “Barangsiapa meninggalkan maksiat terhadap Allah karena takut kepada Allah, maka ia akan mendapatkan keridhaan-Nya.” (HR. Abu Ya’li)

antapani, 5 september 2:00

#bukanedisigalau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s