tuan kaca spion


tuan kaca spion, hari ini aku memandangimu,
merenungkan sesuatu yang terjadi dibelakang lalu,
hanya kau dan aku yang tahu, tentang perbuatanku di masa lalu,
aku salah, banyak sekali,
beberapakali pernah tersesat tak mengikuti arah-Nya,
beberapakali aku lalai terhadap aturan dan laranganNya,
beberapakali aku mencelakai diri sendiri,

tuan kaca spion,
kali ini giliranmu memandangiku kah?
apa? kau mau bilang aku sebodoh itukah?
sehina itukah?
separah itukah?
se-dzalim itukah?

tuan kaca spion,
aku minta maaf,
mencoba untuk membohongimu,
aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri,
sisi gelap pada kaca spionmu terlalu menakutkan bagiku,
aku sungguh takut,
aku tidak mau mengulanginya lagi tuan,
ah sungguh aku ini hanya pendosa,

tuan kaca spion, lagi hari ini aku memandangimu,
merenungkan sesuatu yang terjadi dibelakang lalu lagi,
lagipula, hanya kau dan aku yang tahu, tentang perbuatanku di masa lalu,
maka bisakah kau tidak mengikutiku lagi, tuan kaca spion?
sungguh menakutkan melihat sisi gelapmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s